Perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Budha Kliwon Dunggulan ( Rabu, 14/04/2021 ) kali ini dirasakan sangat berbeda oleh masyarakat Desa Batukaang, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pasalnya bertepatan di Hari Raya Galungan ini, masyarakat Desa Batukaang juga memiliki Bendesa baru I Ketut Resep periode 2021-2026.
Dengan berakhirnya masa jabatan I Made Yadnyana selaku Bendesa, maka sesuai hasil musyawarah dan perareman Desa Adat, maka diputuskanlah akan dilaksanakannya pemilihan Bendesa yang baru. Diawali dengan pemilihan calon Bendesa oleh Krama Banjar Lanang Minggu ( 11/04/2021) dengan cara memilih langsung, sehingga diperoleh 3 suara terbanyak yaitu : I Wayan Panggil, I Made Buda Sedana dan I Ketut Resep.
Ke 3 calon tersebut disepakati oleh panitia dan Parajuru Desa akan dipilih saat Hari Raya Galungan ( Rabu 11/04/2021 ) dengan cara masing-masing calon mengambil lekesan atau porosan, nantinya siapa yang mendapatkan porosan bertulisakan "Bendesa Adat Batukaang" maka dialah yang akan menjadi Bendesa.
Pengambilan lekesan dilaksanakan di Ajeng Pura Bale Agung oleh masing-masing calon dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Batukaang yang hadir. Setelah selesai persembahyangan ketegangan sudah terlihat di raut wajah para calon yang akan mengambilan Lekesan. Lekesan yang diambil sebanyak 9 buah artinya masing- masing calon memiliki kesempatan tiga kali pengambilan jika belum ada yang terpilih. Dan benar saja, pada saat pengambilan pertama, tak satupun Lekesan berisi tulisan. Sorak masyarakatpun membuat suasana semakin mendebarkan, pengambilan Lekesan ke 2pun semakin seru, setelah masing-masing calon mengambil lekesan dan disaat di buka bersamaan, lagi-lagi tak satupun berisi tulisan. Kini keteganganpun semakin terlihat jelas dari ke 3 calon bahkan masyarakat yang menyaksikan ikut tegang sembari mendoakan agar calon yang diharapkan dapat terpilih.
Akhirnya Atas Asung Kerta Wara Nugraha Sang Hyang Widhi Wasa dan atas Restu Beliau, di pengambilan Lekesan yang ke 3, terpilihlah I Ketut Resep sebagai Bendesa Adat Batukaang, sebab Lekesan yang diambilnyalah yang berisi tulisan.